Pulau Simeulue
Sengaja aku tidak memasukkan nama Simuelue di deretan ombak terbaik indonesia,
Karena apa??
Simeulue mempunyai tempat khusus di dalam hatiku, tempat ini mengingatkan aku pada ombak legendaries dan budaya yang terjadi sekitar tahun 40an.
Seperti yang terlihat pada photo-photo lama jika dibandingkan dari abad moderen Indonesia sekarang.
oh iya, Jika kamu datang ke Pulau Simeulue pastikan dirimu sudah memahami tehnik-tehnik dasar peselancar pemula, secara umum tempat ini bukan untuk pemula.
Sehingga kamu bisa bermain selancar dengan mudah dan terhindar dari bahaya, karena pulau ini berbeda dengan ombak yang sudah tersohor seperti di tempat lain seperti Cimaja, Jawa Barat atau Lombok sekalipun.
Persiapkan dirimu untuk melihat ke-ajaiban dunia yang ke 8.
Mungkin kita sudah mendengar Mentawai yang terkenal dengan ombak kanan, yang menyihir seluruh peselancar di seluruh dunia, ada juga pulau Nias yang terkenal dengan Lagundri Bay serta Lompat Batu pulau Nias.
Jadi apa yang ada di pulau Simeulue?
Jika kamu mendatangi Bali dulu? dekade tahun 80an yang lalu, maka kamu akan tahu seperti pulau inilah Bali saat itu.
Pulau yang tersembunyi di bagian selatan pulau Sumatera, telah menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan selancar asing beberapa tahun belakangan.
- Nama pulau: Pulau Simeulue
- Letak: Nanggroe Aceh Darussalam
- Negara: Indonesia
- Bahasa : Pulau Simeulue dan Bahasa Indonesia
- Populasi penduduk : 70 ribu
Mulai dari pemula hingga yang kelas dunia.
Saat ini setidaknya ada 9 titik yang sangat populer dan sepi dari peselancar.
Bagiku yang paling menarik adalah budaya Indonesia lama, yaitu ramah tamah dan saling tersenyum.
Kehidupan masyarakat
Dan menerapkan hukum Islam sebagaimana yang dicanangkan oleh pemerintah Aceh, di mana kamu dilarang untuk memakai pakaian sembarangan, ingat!
Di sana menerapkan ajaran hukum Islam bagi yang melanggar, seperti di campuk di depan umum.
Kamu tidak bisa memakai pakaian celana pendek dan bikini, serta minum minuman beralkohol di sembarang tempat.
Bahkan hotel dan penyedia layanan akomodasi tidak diperkenankan untuk mendisplay minuman keras terang-terangan.
Dari inilah cerita masyarakat yang tinggal di pulau Simeulue.
Bencana tsunami mungkin bukan hal baru bagi mereka dan mereka sudah mewarisi cerita dari nenek moyang tentang bagaimana cara menghadapi tsunami lebih dari masyarakat Banda Aceh secara umum.
“Yaitu untuk tidak turun ke laut apabila melihat air laut surut secara tiba-tiba, karena akan mengakibatkan gelombang pasang yang sangat besar”.
Dan ini terbukti masyarakat kepada pulau Simeulue pada saat akan terjadi bencana tsunami Aceh tahun 2004.
Mereka berbondong-bondong membawa seluruh harta dan keluarga mereka ke tempat evakuasi yaitu naik ke atas atas bukit yang ada di sekitar pulau.
Ini pelajaran yang tidak terjadi pada masyarakat Banda Aceh, yang selama ini dikenal awam tentang kelautan.
Maka tidak mengejutkan jika korban bencana tsunami Aceh di Pulau Simeulue tidak mencapai lebih dari 10 orang.
Berbanding terbalik dengan masyarakat Aceh yang korbannya mencapai hingga ratusan ribu orang meninggal dunia.
Ombak yang ada di pulau Simeulue tersedia untuk segala level.
Pemandangan yang terbentang sepanjang sisi selatan Pulau Simeulue yang tepat berbatasan dengan Samudra Hindia.
Panjangnya mencapai 200 km..
Tentu itu sangat panjang sekali. rata-rata sepanjang pantai dibatasi oleh batuan tajam dan karang, ini adalah peringatan bagi para surfer untuk sangat berhati-hati ketika mereka bermain surfing.
Aku menulis ini ketika duduk di depan resort Salt Surf Resort, yang tepat berhadapan dengan ombak yang paling mudah dijangkau “Dylan”.
Untuk jumlah pasti pusat bermain surfing aku belum bisa memastikan, tapi setidaknya ada 9 tempat yang biasa digunakan oleh para peselancar untuk bermain.
Diantaranya Alus alus, Pasir Tinggi, Thailand, Pulau Tapah, Wontong, Pulau Babi, Peak, Pulau Banyak.
Setiap tempat yang disebutkan tadi mempunyai jarak yang lumayan jauh, bahkan di satu nama bisa mempunyai lebih dari dua titik surfing.
Setiap tempat yang disebutkan pula, bisa memproduksi ombak barrel yang besar dan cepat.
Di musim rame tempat ini hanya mungkin diisi oleh maksimal 20 peselancar, tentu ini adalah jumlah yang sedikit jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di Pulau Bali.
Di tempat ini memang menghidangkan ombak kelas menengah dan profesional.
Pulau Banyak digunakan oleh peselancar nomor satu dunia Stephanie Gilmore, untuk film The Tempest, ombaknya bisa memanjang hingga 1/2 km.
Sesuai dengan namanya Pulau Banyak terdiri dari titik-titik pulau yang banyak,
Di situlah para peselancar dunia memberi istilah ‘ Pulau Rahasia’ atau “ pulau Harta” di mana ombaknya diproduksi oleh Samudra Hindia tidak habis-habis.
Apa lagi yang bisa kamu kerjakan di Pulau Simeulue?
Selain bermain selancar, bagi kamu yang datang ke pulau tanpa tahu harus bermain selancar kamu tidak perlu khawatir, banyak yang bisa kamu kerjakan.
Kamu bisa snorkeling, menyelam, bertamasya mengunjungi pulau, naik perahu, berkeliling kota Sinabang.
Menikmati pemandangan alam dan matahari tenggelam, atau sekedar berenang di pantai manapun kamu suka, yang berbaris rapi di sepanjang Pulau Simeulue.
Bagiku yang paling menarik adalah bermain ke pulau Mincau, dimana kamu bisa snorkeling sepenuh hati dan melihat hamparan Pasir putih tanpa ada manusia sama sekali.
Atau jika kamu belum tahu bagaimana bentuk pohon cengkeh, kamu bisa bermain-main ke sekitar pulau dan melihat penduduk bercocok tanam pala dan cengkeh.
Uniknya, meski penduduk beragama Islam mereka juga memelihara anjing tidak seperti lazimnya yang ada di pulau Jawa.
Kalau kamu berkendara menggunakan skuter, berhati-hatilah, karena banyak tahi kerbau dan kerbau itu sendiri tidur-tiduran santai di tengah jalan, bahkan anjing tidak malu untuk berjemur di pinggir jalan tanpa peduli dengan motor yang lewat.
Catatan lain Pulau Simeulue
Mengingat Pulau ini telah berdiri resort dan banyak dikelola oleh warga asing, maka tidak ada pilihan bagi masyarakat lokal selain belajar lebih giat dan memahami struktur wisata selancar seperti yang ada di Bali atau Lombok.
Dengan adanya banyak bangunan besar nantinya, kepedulian masyarakat dan pengelola hotel-hotel juga harus bertanggung jawab terhadap produksi sampah yang mereka buat setiap hari.
Karena plastik yang menjadi isu utama sampah di lautan akan juga menutupi Pulau Simeulue jika tidak dirawat dari sekarang.
Kita semua selalu positif dengan kondisi dan aturan pemerintah.