Gungung Rinjani dan Segala Kecantikannya
Berikut ini kisah saya bercerita tentang pengalaman saya ketika mendaki Gunung Rinjani di Lombok, gunung Rinjani adalah gunung terbaik yang pernah saya daki di Indonesia, gunung Rinjani pernah tampil di duit Indonesia tradisi tahun 90-an dengan penampakan Segara Anakan yang menakjubkan. Saya mendaki Gunung Rinjani selama 4 hari 3 ditemani oleh 2 orang temanku yang sama-sama baru berkenalan dengan Gunung Rinjani. Gunung Rinjani adalah puncak tertinggi di Lombok kamu bisa melihat sekitar lombok pulau pulau gunung yang terbentang di seberang sana. Aku baru yakin dengan beberapa orang yang pernah mengatakan bahwa gunung vulkanik terbaik di Indonesia itu adalah gunung Rinjani karena memang pemandangannya yang luar biasa.
Cerita perjalanan
Saya berangkat dari Surabaya seorang diri naik kereta selama 8 jam menuju pelabuhan ketapang Banyuwangi, ini pertama kalinya lagi aku naik kereta setelah 1 tahun naik pesawat saja pulang balik Lombok, aku merasakan petualangan lagi setelah merasakan perjalanan singkat yang membosankan di atas pesawat. Setelah mengepak beberapa persiapan yang ingin aku bawa terutama sepatu dan tas carrier lusuh andalanku. Aku berangkat ke tempat temanku yang memang tinggal di Bali dan mempersiapkan segala kebutuhan pendakian dari sana, jadi memang aku tidak membawa banyak alat mendaki gunung dari Surabaya.
Sambil menunggu temanku yang dalam perjalanan di pesawat dari Jakarta menuju Bali aku belajar memasak di warung temanku yang kebetulan berjualan soto Madura, berbekal pengalaman ku menjadi gembel di Bali tidak sulit bagiku untuk menelusuri jalanan Bali dan menjemput temanku dari bandara Ngurah Rai menuju daerah Nusa Dua, dari sanalah segala persiapan dibungkus dengan rapi. Pagi itu aku bersiap-siap dan menyewa motor karena memang kita ingin menjelajah Lombok menggunakan sepeda motor, harga sewa bagi anak pantai hanya 40.000. Aku dan rombongan sengaja berangkat tengah malam menuju Lombok agar bisa istirahat di kapal yang memakan waktu sekitar 5 jam. Pagi pelabuhan Lembar menyambutku dengan sinar matahari yang khas, aku langsung melaju menuju daerah Tanjung dimana sahabatku tinggal, setelah selesai melaksanakan sholat Jumat kita menyewa mobil untuk mengantar kita menuju kaki gunung Rinjani di daerah Sembalun, perlu diketahui jalur pendakian Rinjani bisa dilakukan dari dua arah yaitu Sembalun dan Senaru. Jam 01.00 kita berangkat menuju Sembalun menggunakan mobil truk terbuka, ini sungguh menyenangkan, rasanya aku kembali seperti muda lagi. Bukit Sembalun adalah keindahan ladang pertanian dan Padang rumput yang menghijau, dari kejauhan tampak orang-orang dengan menggunakan carrier ukuran besar telah bersiap-siap untuk mendaki dan sebagian lagi beristirahat atau sedang mendaftar di posko pendaftaran.
![]() |
| pintu gerbang TNGR |
Setelah berkenalan dengan bapak petugas pendaftaran saya minta rekomendasi untuk dikirimkan seseorang yang bisa menjadi renjer atau Porter untuk membawa perbekalan menuju Puncak Rinjani. Karena kita hanya bertiga maka kita hanya butuh 1 orang Porter, dengan kebaikan hatinya, saya dan teman-teman diijinkan untuk menginap di rumahnya semalam, karena kita tidak terburu-buru untuk mendaki langsung. Pagi jam 05.00 bersiap-siap untuk perjalanan berat beberapa hari kedepan, saya sholat subuh dan berdoa dengan khusyu memohon perlindungan dari Allah subhanahu wa ta'ala.
Perjalanan menuju pintu gerbang pendakian Gunung Rinjani sekitar 1 km, saya dan rombongan tidak mengambil resiko maka kita menyewa ojek, saya bukanlah orang yang kuat itu bro, hingga pintu gerbang yang diijinkan setelah selfie beberapa kali perjalanan sesungguhnya dimulai. Setelah berjalan 30 menit rasanya semua tulang otot ku mau copot, aku melihat temanku lebih parah lagi he heh hehe, dia sudah termehek-mehek lebih dahulu, padahal kita telah membagi perbekalan menjadi 4 bagian, kita bertiga membawa bekal seberat 15 kilo, dan Porter membawa 30 kg, dari perjalanan tadi saya sudah tidak melihat Porter ku, dia berjalan sangat cepat sambil menghisap rokok tanpa merek itu. Kuperhatikan jam tanganku kita baru berjalan 30 menit, dari belakang tampak rombongan lain yang berjalan kaki saat kita naik ojek perlahan mendekat dan akhirnya mendahului kita. Aku tidak bisa menahan diri untuk ketawa, sepertinya kita telah salah memilih liburan.
Maka kita bertiga saling bergantian membagi bawaan dengan membiarkan 1 orang tidak membawa apa-apa selama 30 menit kedepan, perjalanan berliku menyusuri sawahnya sebenarnya sangat sayang untuk dilewatkan, tapi harus aku akui kita bukanlah pendaki dengan grid A. Kita jauh lebih lambat dari orang-orang yang membawa carrier berukuran besar itu, dan tanpa Porter. Dari pintu gerbang menuju pos 1 kita telah memakan waktu selama 3 jam, ini mungkin adalah waktu terpanjang yang pernah dialami oleh porter-ku. Dari kejauhan tampak banyak orang beristirahat dan ada bangunan yang menampung beberapa orang untuk beristirahat. Aku begitu senang sampai-sampai membuka kaos dan hanya menggunakan kolor doang.
![]() |
| Rinjani ultra marathon |
Rupanya hari ini adalah Rinjani Ultra Marathon series, yang diikuti oleh para pelari maraton dari seluruh dunia. Dimulai sejak tadi malam jam jam 11.00, dan aturannya harus sampai di garis finish di pos 1 sebelum jam 12.00. Pastilah peserta lomba ini adalah para monster yang kuat dan ganas. Setelah selfie dengan salah seorang peserta lomba dari Hongkong kita melanjutkan perjalanan karena memang bukan waktunya untuk makan siang, ke dua temanku mas Ipay dan mas Andhika memberi kode untuk segera melanjutkan perjalanan karena kita tidak mau kemalaman di perjalanan, teman-teman tahu dengan Legenda 7 Bukit penyesalan jika mendaki Rinjani? kita baru menyelesaikan satu bukit dengan termehek-mehek dan masih menyisakan 6 bukit di depan sana. Di tengah perjalanan kira-kira jam 12an, kita memutuskan berhenti dan menyantap makan siang, kali ini Porter ku yang sangat berjasa dengan hidangan mie gorengnya yang paling enak se-dunia. Sambil menyantap mie goreng makan siang kita berempat duduk di pinggiran batu sambil melihat orang lalu lalang mendahului kita, dan para peserta marathon yang telah turun dari Puncak Rinjani. Kita buru-buru melanjutkan perjalanan menyusuri Bukit Penyesalan itu, rupanya di pos 2 telah banyak orang yang beristirahat dan camping sejak hari sebelumnya, bahkan saya bertemu dengan rombongan yang berangkat pada hari kemarin dan mereka nge-camp di pos satu. Rasanya senang sekali bertemu dengan rombongan yang saya kenal sebelumnya, seperti bertemu dengan teman lama meski baru berjumpa satu hari. Porter ku berpesan setelah makan siang dia harus melaju menuju Plawangan Sembalun untuk menyiapkan tenda lebih dulu dikarenakan banyaknya para pendaki yang datang pada musim kali ini.
Dengan tenggat Waktu tersisa 5 jam, aku dan teman-temanku harus sampai di Plawangan Sembalun, maka di perjalanan kita tidak banyak ngobrol lagi, lebih banyak menghemat telaga dan air karena kita hanya punya 2 liter air yang tersisa. Aku beristirahat sekitar 4 kali, sebelum hatiku sumringah melihat barisan tenda yang telah berjajar banyak di atas sana. Kira-kira sudah ada 100 tenda berjejer dan aku bingung mencari porterku, rupanya porter-ku telah sampai di sana sejak setelah 05.00 sore dan aku aku tiba pada jam 07.00 malam, selisih yang sangat jauh. Alhamdulillah dia telah menyiapkan nasi dan membuat air panas untuk kita nikmati. Porter ku bingung karena makanan yang dibawa sangat tidak familiar dengan yang biasa dia bawa, karena makanan ini adalah makanan menu hotel yang akan dimasak sendiri oleh kakak Andika, maka dia hanya memasak nasi. Buatku tidak apa-apa, asalkan ada yang bisa dimakan. Karena kak Andika sangat ahli dalam urusan masak-masak maka dialah yang mengambil alih peran memasak dari porter, aku menyuruhnya masuk ke dalam tenda dan menikmati bir dingin yang kita bawa. Lagi-lagi inilah bir terbaik yang pernah saya minum dalam hidup saya.
Summit Attack
Sesuai dengan kesepakatan kita akan melanjutkan pendakian menuju puncak nanti jam 00.00, maka kita memutuskan untuk cepat-cepat beristirahat masuk ke dalam sleeping bag masing-masing, aku menyuruh Porter untuk tidur bersama karena memang tenda yang kita punya untuk ukuran 6 orang. Set alarm jam 12.00. Cuaca Plawangan sangat dingin dan angin, tidak disarankan untuk tinggal di luar karena bisa menurunkan suhu tubuh.
Alarm berbunyi berbarengan, ada 4 alarm, alarm itu paling malas yang pernah saya dengar seumur hidup, karena membayangkan pendakian menuju puncak Rinjani yang dahsyat itu. Setelah melakukan persiapan dan meninggalkan barang di tenda, aku dan teman-teman hanya membawa 3 liter air yang dipersiapkan oleh porter diambil langsung dari mata air Plawangan. Dari saat keluar tenda aku mencuci muka dengan air Plawangan, aku melihat banyak barisan lampu senter berjajar pertanda bahwa orang-orang banyak melakukan pendakian ke puncak malam ini. Aku tidak bisa menceritakan betapa tidak menariknya mendaki tengah malam itu, aku sudah tidak tahu berapa kali aku membaca istigfar entah dalam hati atau di mulut, rasanya kakiku berat sekali mendaki sambil merangkak, di tangan kanan memegang senter. Apalagi temanku mas Ipay, dia mempunyai berat badan yang agak asyik “lemu-lemu tikus”. Dia merangkak lebih termehek-mehek dariku, aku memegang trackpole sambil mendengus melihat dia selalu ada di bawahku, aku tidak melihat apa-apa selain cahaya senter dan kegelapan saja. Bahkan tidak peduli dengan banyaknya debu yang masuk ke dalam hidung. Aku telah di salip oleh ratusan orang yang erangkat dibelakangku, ada ratusan bule-bule kayaknya tenaganya luar biasa melaju tanpa henti, hedeeuh pikirku.
Edisi merangkak selesai hingga jam 04:30, dunia masih gelap cuma cahaya senter saja, aku tidak tertarik lagi dengan apapun yang ada, bahkan wajah cantik yang juga istirahat di sebelahku. Setelah 10 menit beristirahat aku menoleh ke brother ku mas Ipay, yang tampaknya sangat gigih berjuang melawan berat badannya, dia sudah tidak memegang tas, karena tas udah aku bawa, dia hanya membawa perutnya yang menggelembung. Terlihat lucu dan aku pengen ngakak setiap kali melihat ke dia. Dia sudah ngga bisa ketawa karena capek yang luar biasa.
Aku ingin membagi deritanya dengan para pembaca, bahwa sebelum ke rinjani atau ke gunung manapun sudah menjadi kewajiban untuk berolahraga dengan intens selama 1 bulan penuh. Mungkin orang melihat cerita film 5cm itu, tapi itu semua tidak berlaku dalam kehidupan kita, yang ada hanya termehek-mehek dan istigfar saja. Dari kejauhan matahari telah terbit dengan indahnya aku masih dalam perjalanan untuk menuju puncak, terlihat banyak orang yang sudah berdiri di puncak Rinjani, sepertinya mereka telah berangkat sejak jam 7 malam, hingga sepagi ini ini mereka sudah sampai di puncak.
Aku mencapai puncak jam 9 pagi, ketika semua orang sudah sepi, dan temanku di teamani oleh seorang teman perjalanan yang juga sudah berkali-kali mendaki Rinjani, mas reke skek. Puncak rinjani telah sepi, tidak ada orang yang mau menikmati matahari di atas puncak rinjani, hanya tersisa sekitar 10 orang, itu adalah kenangan yang tidak terlupakan bagiku, karena beberapa jam yang lalu, orang harus mengantri dan berphoto di puncak. Tapi tidak di jam 9 pagi hingga siang. Karena orang-orang sudah pada pulang dan lapar. Aku menuunggu para brother yang berjuang melawan tanjakan terakhir, kulihat dia merangkak-rangkak sambil memegang track pole, aku ketawa ngakak dari atas sambil menikmati bir bintang. Aku susah masa bodoh dengan derita temanku yang kesusahan mencapai puncak, aku hanya ingin tertawa saja, sambil tangan melambai memberi semangat, untuk terus maju.
Dalam 30 menit semua terasa sangat cepat urusan merangkak telah terlewati dan di puncak hanya tinggal aku sendiri, oh rasanya aneh sekali di puncak gunung rinjani aku sendirian, tidak ada sama sekali, semua telah pulang dengan cerita masing-masing, aku diam sambil menikmati bir aku terus mengucapkan syukur. Rasanya tidak ada bir senikmat ini dalam hidupku, tak berapa lama 2 temanku menyusul dengan ekspresi sangat senang sekali. Seperti telah menaklukkan tentara mongol. Dia mengurai rambut panjangnya. Dan berteriak mengungkapkan emosi dan rasa syukurnya telah mencapai puncak Rinjani.
Segara Anakan
Pada eara 90an presiden Indonesia memerintahkan untuk memberi ikan di danau segara anakan, dan maka sekarang banyak orang yang bisa meancaing di sana, segara anakan tidaklah kecil bung, segara ini sangat besar untuk sekedar menampung para pendaki yang ingin menikmati hidup di sekitar danau. Suasana yang menyegarkan adalah hal yang cocok untuk dinikmati setelah pendakian berat, memang tidak salah bagi yang mengambil rute sembalun-senaru ketimbang arah sebaliknya.
Semua orang beristirahat di sini dan bermalam untuk menikmati suasana api unggun yang menakjubkan, aku banyak berkenalan dengan anak muda kreativ di sini, teman-teman yang masih kuliah dan sedang memabngun karirnya. Kita mengobrol banyak hal dan bercerita hingga larut malam.
Yang menarik dari Gunung Rinjani
- Semua orang mencari buah nanas dan membawanya ke puncak Gunung Rinjani entah dimakan di mana saya juga tidak mengerti tapi saya juga membeli.
- 7 Bukit penyesalan yang legendaris itu membuat menyesal, tapi aku tidak punya alasan untuk tidak melewatinya. Menikmati sunset dari plawangan Sembalun setelah berjalan sekitar 11 jam nonstop.
- Puncak Rinjani menghadirkan 4 pemandangan yang berbeda jika melihat matahari terbit kamu akan melihat Gunung Tambora, dan pemandangan laut dan pulau Sumbawa yang megah, menoleh sedikit ke kanan kamu akan melihat batuan kering kerontang ada di bawahnya, menurut lagi searah 90 derajat kamu akan melihat barisan pegunungan sejajar dengan Gunung Rinjani mengelilingi Segara Anakan tepat disampingnya ada anak Gunung Rinjani yang terkenal dengan gunung Barujari, menoleh lagi 90 derajat ke arah kanan kamu akan melihat track perjalanan yang telah kamu lalui serta hamparan rumput yang menghijau, 4 arah dipenuhi keindahan dan kamu hanya bisa menatap ke atas bersyukur hadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
- Segara Anakan dan barisan orang yang memancing adalah hal menarik lainnya, namun akhirnya kak Andika, sang koki, menggunakan umpan kertas merah 100.000 untuk mendapatkan 3 ikan yang akan digunakan untuk memasak makan malam. Jalanan yang curam dari pelawangan Senaru menuju basecamp dan hotel.
Kesan
- Gunung Rinjani adalah gunung keramat aku menghormatinya sebagai ciptaan Tuhan yang sangat luar biasa. Surga gunung vulkanik di Indonesia.
![]() |
| air panas |
- Porterku hanya anak muda berumur 16 tahun, dari keluarga broken home yang ditinggal oleh ayahnya merantau ke Malaysia, dan tidak lulus sekolah dasar namun kekuatan fisiknya sangat luar biasa dan sikap ramah tamahnya tidak pernah saya temui selama di Jakarta. Anak muda Sembalun kebanyakan adalah atlet perisian yang juga belajar ilmu kanuragan.
- Gunung Rinjani telah menjadi mall. Segara Anakan dan sumber air panasnya adalah tempat paling santai yang pernah saya nikmati.
- Sering terjadi kebakaran di lereng gunung Rinjani terutama sekitar plawangan Senaru.
- Aku bertemu dengan teman cewek dan sempat membuat keluarganya salah paham karena mereka menganggap aku telah mengganggu anak gadisnya.
- Sendirian mandi di air terjun jam 12.00 malam, saat itu bulan purnama. dan orang lombok suka dengan hal-hal mystik, mereka suka menguji ilmu kanuragan di area ini. hmmm its not me.
- Setiap mendaki gunung aku selalu punya keluhan dengan kaki kiri yang pasti selalu menderita kram dan sakit ketika turun gunung, hingga saat ini belum menemukan cara untuk menangkalnya.
Barang yang harus di bawa
Banyak toko online yang menyediakan barang-barang jenis begini, mereka juga melakukan banyak pengiriman gratis dari luar negeri, seperti di Aliexpress.com
3. TENTS
|
5. SLEEPING PADS
|
7. ALAT DAPUR
|
9. LIGHTING
|
10. ELECTRONICS & OPTICS
|
Hal-hal yang harus dilakukan setelah pulang hari mendaki gunung rinjani
- Lakukan perawatan kulit secepatnya biasanya setelah mendaki gunung bagian kulit wajah kita akan sedikit terbakar itu karena cuaca yang berbeda di atas puncak gunung dengan di dataran rendah.
- Istirahatlah secukupnya gunakan jasa tukang pijit atau kompres kaki menggunakan es batu, masa pemulihan biasanya bisa mencapai 4 hari atau lebih. Tentu bagi mereka yang punya kewajiban untuk kerja esok hari akan sangat berat. Kebetulan aku adalah seorang pengangguran jadi punya waktu banyak untuk beristirahat, kakiku tidak bisa digerakkan selama 2 hari, sedangkan temanku mas Ipay hingga 1 minggu dia harus recovery dengan terapi fisik menggunakan minyak Cimande hingga 2 kali.
Tips dan pesan
- Lakukan olahraga rutin selama 3 minggu sebelum melakukan pendakian.
- Memperbanyak makanan yang sehat dan mengkonsumsi jamu sehat lelaki, bagi kaum lelaki. Membawa barang lengkap, ingat kita sedang ke gunung, berangkat nekat pulang sekarat. Gunakan jasa Porter untuk memperingan perjalananmu.
- Lakukan checklist untuk barang-barang yang harus dibawa.
Detail Biaya
Item
|
Harga
|
Transport Kapal 2x
|
43.000 x 2 = 86.000
|
Sewa Motor 5 hari
|
40.000 x 5 = 200.000
|
Bensin 3x full tank
|
20. 000 x 3 = 60.000
|
Tiket Ojek
|
15.000
|
Sewa mobil dari Tanjung
|
200.000
|
Masuk TNGR
|
7500/day x 4 days = 30.000 (updates 2018)
|
Porter
|
50.000/day x 4 days = 200.000++ (tips)
|
Tol bali
|
4.500
|




















