JANUARY TELAH BERLALU WELCOME FEBRUARY
Aku berharap teman-teman tidak seperti saya terjebak dalam waktu yang gelap itu.
Namun aku juga sempat menuliskan beberapa catatan tentang bulan Januari meski tidak semua sempat aku bagikan.BACA JUGA :BELAJAR SURFING DI BALIMEMBELI PAPAN SELANCAR DI BALIBELAJAR SURFING DI JAKARTA
namun Februari datang dengan tiba-tiba seperti hujan pertama pada tanggal satu di bulan Febtuari yang memaksaku untuk menghentikan sepeda motor di pinggir jalan dan berteduh.
What happened in January
Ketika pertama aku membuka email aku telah menemukan beberapa hal yang mengganjal pikiranku, aku telah meninggalkan blog ini lumayan lama, dan para contributor tidak mau menunggu orang yang sibuk sedang liburan dengan membalaskan email.
Aku membuka email akhir tahun 2016 dan menatap banyaknya email yang masuk dan aku sangat minta maaf kepada semua orang yang telah meluangkan waktu menunggu namun dengan balasan hampa.
Beberapa hal yang aku kerjakan awal bulan kemaren adalah :
Membalas semua email
Bahkan untuk sekedar membalas email dari pembaca. Aku membalas lebih dari seratus email penting yang berhubungan dengan surfing.
Aku tidak membalas dengan singkat kali ini, karena meraka adalah teman-temanku. Inilah hal pertama yang aku lakukan dan cukup mengambil waktuku untuk lari-lari di sore hari.
Ku pikir ini penting untuk aku selesaikan dengan benar, kata pepatah orang malas ialah “biar lambat asal selamat”.
Aku hanya mampu membalas mereka yang bertanya lewat WA saja.
Aku telah mengecewakan ratusan orang dalam setahun terakhir dan itu tidak bagus.
Ulasan untuk para pengejar cita-cita
Tulisan yang pertama aku perbaiki adalah halaman kontak dan semua content yang paling dibaca, terutama yang berhubungan selancar pemula.
Aku berusaha mengelompokkan menjadi sebuah halaman yang lebih mudah dibaca.
Aku seperti dikejar maling di bulan Januari kawan, aku harus mondar-mondar Surabaya Jakarta beberapa kali sebelum akhirnya menutup pintu “DON’T DISTURB” tergantung dipintu, untuk mengupdate content yang lebih enak dibaca.
Ya konten pertamaku sebenarnya di khususkan kepada teman-teman yang yang sedang berjalan di jalur profesional.
Maka lebih banyak tulisannya, agar menjadi sebuah catatan.
Bagaimana mengedentifikasi karir surfing agar tidak bermasalah.
Di sini lebih sering aku membahas hal berhubungan tidak hanya tehnik saja, tapi pada hal yang lebih detail sebagai seorang professional.
Aku sempat drop dan sakit namun pikiran dipaksa untuk terus bekerja. Heran hujan Indonesia memang sadis.
Aku langsung sakit setelah mandi hujan.
Kapok.
Buku yang telah dibaca
Berharap menemukan buku yang bisa membangun kepribadianku, juga buku yang bisa menambah pengetahuan agamaku, tapi aku malah tidak menemukan buku yang aku cari, akhirnya aku putuskan untuk membaca buku biography Robbie William saja, dan
melanjutkan dengan beberapa buku panduan internet yang baru, maksudku aku lupa cara masuk internet lagi setelah sekian lama.
Kembali ke Jakarta dengan semangat baru meski masih ingusan dan pilek, panggilan dari tempat nguli belum berakhir, aku melanjutkan sekolah kompetensi yang diharuskan dan mengatur waktu sebaik mungkin untuk bisa melanjutkan kreatifitas menulis yang sedang aku bangun.
Aku kadang merasa heran bagaima orang itu menulis dengan bagus sekali, itu hayalanku ketika sedang menaiki sepeda motor.
Aku sedang memantaplan diri untuk terus menyajikan hal yang bermanfaat bagi teman-teman surfing Indonesia, namun ternyata pikiranku seperti pisau sedang salah asah.
Aku kehilangan ketajaman.
Dan berperang membagi waktu dengan jadwal nguli harian.
Hidup Adalah Perjuangan
Berulang-ulang aku mencoba mengingat namun ingatanku sangat menjengkekan aku tidak bisa mengingat dengan benar kejadian yang berlalu beberapa tahun lalu.
Terutama yang berhubungan dengan catatan blog yang tertinggal sejak tahun lalu.
Aku kembali ke dalam ruang gelap pikiranku, mencoba mencari obor-obor pikiran yang telah meti. Akhirnya aku menyeah dan mengembalikan semua pada cataatan tangan yang seadanya saja.
Berusaha merangkai kalimat terasa sangat berat, aku berlatih menulis lagi, dan lagi dan lagi, paham maksudkukan?
Ya akar masalahnya kembali pada penurunan kualitasku sendiri, meski aku juga tau bahwa selama ini juga tidak berkualitas, namun ini turun melampui yang seharusnya.
Aku meningkatkan membaca lagi dan berlatih menulis lagi. Aku dalam keraguan yang besar untuk memutuskan apakah seharusnya aku melanjutkan tulisan ini atau ku biarkan saja.
Berlama aku manatap bagan yang berbaris rapi di dinding kamar semua adalah tentang permainan sebuah bolpaoin saja.
Permainan yang menyenangkan, kenapa aku harus berhenti di sini?
Aku menoleh aku tidak punya alasan yang kuat kalo hanya kecapaian dan kesusahan internet saja.
Aku kembali ke gudang melihat papan selancar, sudah lama tidak bertemu pikirku, aku menelpon masku yang sedang sibuk membuat papan selancar di gudangnya, aku kabarkan aku telah kembali dan siap untuk surfing lagi, namun kali ini tidak lagi yang panas-panasan aku mau berbagi lewat mejaku saja.
Aku pengen lebih rilex sekarang. No paddle out but finger out.
Majalah Surfing Magazine Ditutup
Secara mengejutkan majalah surf yang paling terkenal sedunia yang sudah terbit sejak tahun 60-an menutup terbitannya secara hardcopy, mungkin karena zaman telah berubah dan kecenderungan masyarakat untuk membeli barang berbentuk kertas sudah menurun, maka Surfing Magazine menutupnya.
Majalah ini sempat menemani hari-hariku beberapa tahun lalu hingga awal tahun 2016, terima kasih inspirasinya semoga masih ada berita surfing yang berkualitas seperti majalah ini.
Majalah ini terkenal dengan foto-fotonya yang sangat fenomenal, aku pernah membaca salah satunya yang membahas khusus tentang persaingan Andy Iron versus Kelly slater.
Sangat menarik dan sangat menarik, terima kasih Surfing Magazine.
cover surfing magazine Photo : whatyouth.com |
Apa yang akan terjadi di Februari
Lalu aku bertanya kapan aku akan sempat nulis jika aku kembali ke pantai lagi, ah aku jadi serba salah, ketika aku tatap temanku sedang bermain surfing aku jadi terinspirasi untuk mengupload photo dia saja,
aku menganggap surfing itu semangatku seperti yang pernah aku bilang itu adalah “semangat kebebasan” yang aku punya jadi aku tidak ragu untuk membaginya dengan teman-teman.
Mas
Prestasi yang bagus di awal tahun 2017.
![]() |
PHOTO : RIP CURL |